Minggu, 13 Oktober 2013

Analisis Masalah Sosial Perkembangan Individu dan Keluarga

     DEFINISI PERKEMBANGAN INDIVIDU
Perkembangan (development) berarti serangkaian perubahan progresif yang terjadi sebagai akibat dari proses kematangan dan pengalaman. Perubahan ini bersifat kualitas mengenani suatu proses integrasi dari banyak struktur dan fungsi yang kompleks (Hurlock: 1991).
J.P.Chaplin (1989) mengemukakan empat arti perkembangan ; (1) perubahan yang berkesinambungan dan progresif dalam organisme, mulai lahir sampai mati; (2) pertumbuhan; (3) perubahan dalam bentuk dan dalam integrasi dari bagian-bagian jasmaniah ke dalam bagian-bagian fungsional; dan (4) kedewasaan atau kemunculan pola-pola dari tingkah laku yang tidak dipelajari.
Dalam pengertian tersebut, kata kunci yang menjadi bahasan utama adalah perubahan. Perubahan dalam diri manusia terdiri atas perubahan kualitatif akibat dari perubahan psikis , dan perubahan kuantitatif akibat dari perubahan fisik. Perubahan kualitatif sering disebut dengan “perkembangan”, seperti perubahan dari tidak mengetahui menjadi mengetahui, dari kanak-kanak menjadi dewasa dan seterusnya.
Perkembangan tidak terbatas pada pengertian pertumbuhan yang semakin membesar, melainkan didalamnya juga terkandung serangkaian perubahan yang terus menerus dan bersifat tetap dari fungsi-fungsi jasmaniah dan rohaniah yang dimiliki individu menuju ketahap kematangan melalui, pertumbuhan, pematangan dan belajar.
Perkembangan menghasilkan bentuk-bentuk dan ciri-ciri kemampuan baru yang berlangsung dari tahap aktivitas yang sedarhana ke tahap yang lebih tinggi. Perkembangan ini bergerak secara berangsur-angsur tetapi pasti, melalui satu tahap ke tahap berikutnya yang kian hari kian bertambah maju. (Desmita: 2008)
Ini menunjukkan bahwa sejak masa konsepsi sampai meninggal dunia, individu tidak pernah statis, melainkan senantiasa mengalami perubahan-perubahan yang bersifat progresif dan berkesinambungan. Selama masa kanak-kanak sampai menginjak remaja misalnya, ia mengalami perkembangan dalam struktur fisik dan mental, jasmani dan rohani sebagai cirri-ciri dalam memasuki jenjang kedewasaan. Demikian seterusnya, perubahan-perubahan individu itu berlangsung terus tanpa henti.

MASALAH PERKEMBANGAN INDIVIDU

Penyimpangan-penyimpangan ini akan bervariasi sesuai dengan fase perkembangannya;

Penyimpangan yang terjadi pada anak yang berusia sekolah dasar antara lain;
1.      Suka membolos dari sekolah
2.      Malas belajar
3.      Keras kepala
Penyimpangan yang terjadi pada usia remaja antara lain;
1.        Suka mengisolir diri
2.        Meminum minuman keras
3.        Mengkonsumsi obat-obat terlarang atau narkoba
4.        Tawuran
5.        Malas belajar
6.        Kurang hormat pada orang tua atau orang dewasa lainnya.
Penyimpangan yang terjadi pada usia dewasa antara lain;
1.        Berselingkuhhan
2.        Menelantarkan kehidupan keluarga (istri dan anak)
3.        Menjadi biang keladi kerusuhan (provokator) dalam masyarakat
4.        Melakukan tindak kriminal
5.        Tidak melaksanakan perintah agama.
Dengan mengetahui secara garis besar tugas-tugas perkembangan di atas, kita dapat menyusun program-program pembelajaran non formal untuk membantu mengasah ketrampilan dan bakat individu sehingga tugas-tugas perkembangannya dapat dikuasai dan diselesaikan dengan tingkat kualitas yang maksimal, dan meminimalisir terjadinya penyimpangan-penyimpangan.

SOLUSI PERKEMBANGAN INDIVIDU

Perkembangan tidak terbatas pada pengertian pertumbuhan yang semakin membesar, melainkan didalamnya juga terkandung serangkaian perubahan yang terus menerus dan bersifat tetap dari fungsi-fungsi jasmaniah dan rohaniah yang dimiliki individu menuju ketahap kematangan melalui, pertumbuhan, pematangan dan belajar. 
      Dalam setiap fase kehidupan, individu dihadapkan pada tugas-tugas perkembangan yang harus di dijalaninya, setiap fase mempunyai karakteristik yang berbeda dan saling terkait antara satu fase dan selanjutnya.



 DEFINISI PERKEMBANGAN KELUARGA

                Keluarga adalah kumpulan dari dua individu laki-laki dan perempuan yang kemudian menjalin suatu perkawinan atau pernikahan. Keluarga terdiri Ayah, Ibu, Anak yang biasa kita sebut dengan keluarga inti (nuclear family).

MASALAH DAN SOLUSI PERKEMBANGAN KELUARGA

Permasalahan perceraian orang tua

Permasalahan perceraian orang tua merupakan salah satu masalah sosial dalam keluaga yang cukup banyak terjadi dilingkungan kita saat ini. Masalah ini akan lebih menekan keadaan sosial dari anak-anak nya dalam keluarga. Anak yang ayah dan ibunya berpisah biasanya akan selalu menyendiri atau terkadang anak menjadi susah dikendalikan, alhasil anak-anak dari keluaga tersebut akan lebih mudah terpengaruh oleh lingkungan yang berada disekitarnya. Contoh : Bani adalah anak dari keluarga yang orang tuanya berpisah. Karena hal itu  Bani lebih sering diluar rumah dibandingkan dengan dirumahnya. Sampai-sampai ia membenci orang tuanya. Ia lebih percaya dengan temannya dibandingkan orang tuanya sehingga ia terbawa dengan temannya, ia mulai mengikuti temannya seperti merokok. Dan pada akhirnya ia ikut-ikutan temannya mencoba narkoba sampai akhirnya ia kecanduan narkoba. Dari contoh tersebut dapat kita simpulkan bahwa perceraian orang tua merupakan masalah sosial keluarga yang sangat mempengeruhi mental anak sehingga menjadi lemah dan kehilangan akal sehatnya. Oleh sebab itu, orang yang mengalami seperti ini harus diberikan perhatian khusus sehingga tidak terjebak dalam lingkungan sosialnya yang negatif.

Permasalahan Perekonomian

Masalah Perekonomian merupakan salah satu faktor yang memicu masalah sosial dalam keluarga. Keadaan ekonomi yang kurang menentu kadang membuat seluruh anggota keluarga tersebut  bertindak secara tidak rasional dan menghilangkan nilai moralnya. contohnya : Redy seorang anak dari keluarga yang bercukupan. Namun pada suatu hari ia ingin mengupgrade komputernya. Setelah itu ia meminta pada orang tuanya, namun sayang orang tuanya akhirnya menolaknya dengan alasan hal tersebut tidak terlalu mendesak namun Redy memaksa. Namun akhirnya ia hanya mendapatkan amarah orang tuanya yang sudah kelelahan mecari uang. akhirnya Redy mencuri uang orang tuanya secara diam-diam untuk membeli apa yang dia inginkan. Dari contoh tersebut walaupun tidak secara langsung masalah terjadi dalam keluarga namun salah anggota keluarga akan merasakan suatu tekanan sehingga ia akan berbuat tanpa berfikir dengan jernih.

Permasalahan Harmonisasi keluarga

Harmonisasi Keluarga merupakan masalah sosial dalam keluarga. Hal ini tidak jauh berbeda dengan perceraian orang tua. Ketidak harmonisan membuat anggota keluarga tidak betah berkumpul bersama keluarga bahkan hingga tidak betah terhadap rumahnya sendiri. Sehingga keluarga tersebut lebih senang aktivitas personalnya diluar rumah. permasalahan sosial ini tentunya akan mempengaruhi keadaan mental dan psikis anggota keluarga tersebut terlebih lagi anak-anak. Anak-anak akan merasa tertekan dan merasa kurang betah bahkan membenci keluarganya. contoh: Pangki merupakan anak tunggal dari pengusaha kaya. Namun sayangnya dirumahnya ia hanya mendapatkan pertengkaran-pertengkaran dari orang tuanya, alhasil ia kekurangan orang tuanya. Setiap ia bersama orang tuanya ia hanya mendapatkan amarahnya saja. Akhirnya Pangki pun stress dan kabur keluar rumah, ia mengikuti ajakan teman-temanya yang negatif. dan akhirnya ia moralnya menjadi rusak dan tak terkendali lagi. Dari contoh diatas seseorang dari keluarga yang tidak harmonis akan kekurangan perhatian dan kasih sayang. Oleh karenanya orang dalam masalah sosial tersebut harus mendapatkan arahan dan kasih sayang yang positif dari lingkungannya.

Permasalahan lingkungan sosial

Permasalahan yang satu ini pasti akan dirasakan pada setiap keluarga. Setiap keluarga pastinya akan melakukan interaksi pada lingkungan sosialnya. Lingkungan akan dengan cepat menilai keadaan sosial dalam keluarga tersebut. Namun lingkungan sosial dapat membuat masalah dalam sebuah keluarga. Contoh: keluarga Rezy merupakan keluarga yang baik dan bermoral. Namun pada suatu saat keluarga tersebut pindah dalam suatu lingkungan yang kurang baik. Setelah beberapa lama anak-anak dari Rezy menjadi pembantah semua, akhirnya sering terjadi pertengkaran keluarga dan menyebabkan keluarga tidak harmonis lagi. Dari contoh diatas lingkungan sosial merupakan suatu masalah dalam keluarga. Apabila keluarga tidak memiliki moral yang kuat maka lingkungan akan dengan mudah menggoyahkan keluarga tersebut. Oleh karena itu untuk menghadapinya keluarga harus ditanamkan moral dan prinsip secara konsisten sehingga tidak mudah terpengaruh terhadap lingkungan sosial.
Dari beberapa permasalahan yang dibahas ada beberapa faktor yang cukup membuat masalah sosial dalam keluarga yaitu faktor moral, prinsip, keyakinan, dan sosialisasi. oleh sebab itu keluarga harus menanamkan moral, prinsip, keyakinan, dan sosialisasi semenjak dini sehingga sudah tertanam kuat dalam masing-masing anggota keluarga.

SUMBER : http://ujangkhiyarusoleh.blogspot.com/2011/03/masalah-perkembangan-individu.html
 http://fuadbaskara.blogspot.com/2012/10/manusia-sebagai-mahluk-individu.html

Sabtu, 05 Oktober 2013

Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Pengetahuan Sosial

1. Pengertian dan Tujuan

   Pengertian dan Tujuan dari Ilmu Sosial Dasar
     
     Untuk menjawab berbagai tantangan dan persoalan dalam kehidupan lahirlah berbagai cabang ilmu pengetahuan.
     Berdasarkan sumber filsafat yang dianggap sebagai ibu dari ilmu pengetahuan, maka ilmu pengetahuan dapat dikelompokkan menjadi tiga :
a. Natural Sciences (Ilmu-ilmu Alamiah), meliputi: Fisika, Kimia, Astronomi, Biologi dan lain-lain.
b. Sosial Sciences (Ilmu-ilmu Sosial), terdiri dari : Sosiologi, Ekonomi, Politik Antropologi, Sejarah, Psikologi, Geografi dan lain-lain.
c. Humanities (Ilmu-ilmu Budaya) meliputi : Bahasa, Agama, Kesusastraan, Kesenian dan lain-lain.
     Mengikuti pembagian ilmu pengetahuan seperti tersebut di atas, maka Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Budaya Dasar adalah satuan pengetahuan yang dikembangkan sebagai usaha pendidikan.
    Ilmu Sosial Dasar adalah pengetahuan yang menelaah masalah-masalah sosial, khususnya yang diwujudkain oleh masyarakat Indonesia dengan menggunakan pengertian-pengertian (fakta, konsep, teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu sosial seperti: sejarah, ekonomi, geografi sosial, sosiologi, antropologi, psykologi sosial.
     Ilmu Sosial Dasar tidak merupakan gabungan dari ilmu-ilmu sosial yang dipadukan, karena masing-masing sebagai disiplin ilmu memiliki obyek dan metode ilmiahnya sendiri-sendiri yang tidak mungkin dipadukan.
     Ilmu Sosial Dasar bukan merupakan disiplin ilmu tersendiri, karena Ilmu Sosial Dasar tidak mempunyai obyek dan metode ilmiah tersendiri dan juga is tidak mengembangkan suatu penelitian sebagai mana suatu disiplin ilmu, seperti ilmu-ilmu sosial di atas.
     Ilmu Sosial Dasar merupakan suatu bahan studi atau Program Pengerjaan yang khusus dirancang untuk kepentingan pendidikan/pengajaran yang di Indonesia diberikan di Perguruan Tinggi. Tegasnya mata kuliah Ilmu Sosial Dasar diberikan dalam rangka usaha untuk memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan guna mengkaji gejala-gejala sosial agar daya tanggap, persepsi dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi lingkungan sosialnya dapat ditingkatkan, sehingga lebih peka terhadapnya.
     Tujuannya adalah untuk memahami dan menyadari adanya kenyataan-kenyataan sosial dan masalah-masala sosial yang ada dalam masyarakat, peka terhadap masalah-masalah sosial dan tanggap untuk ikut serta dalam usaha-usaha menanggulanginya, menyadari bahwa setiap masalah sosial yang timbul dalam masyarakat selalu bersifat kompleks dan hanya dapat mendekatinya (mempelajarinya), memahami jalan pikiran para ahli dalam bidang ilmu pengetahuan lalin dan dapat berkomunikasi dengan merka dalam rangka penanggulangan masalah sosial yang timbul dalam masyarakat.
    
    Pengertian dan Tujuan Ilmu Pengetahuan Sosial

     Menurut Moeljono Cokrodikardjo, IPS adalah perwujudan dari suatu pendekatan interdisipliner dari ilmu sosial. IPS merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmu sosial yakni Sosiologi, Antropologi, Budaya, Psikologi, Sejarah, Geografi, Ekonomi, Ilmu Politik dan Ekologi Manusia yang diformulasikan untuk tujuan instruksional dengan materi dan tujuan yang disederhanakan agar mudah dipelajari.
    Menurut Nu'man Soemantri, IPS merupakan pelajaran ilmu-ilmu sosial yang disederhanakan untuk pendidikan tingkat SD, SLTP, dan SLTA. Penyederhanaan mengandung arti :


   - Menurunkan tingkat kesukaran ilmu-ilmu sosial yang biasanya dipelajari di Universitas menjadi pelajaran yang sesuai dengan kematanga berfikir siswa-siswi sekolah dasar dan lanjutan.
    - Mempertautkan dan memadukan bahan aneka cabang ilmu-ilmu sosial dan kehidupan masyarakat sehingga menjadi pelajaran yg mudah dicerna.

      Menurut A. Kosasih Djahiri (1979 : 2), IPS merupakan ilmu yang memadukan sejumlah konsep pilihan dari cabang-cabang ilmu sosial dan ilmu lainnya, kemudian diolah berdasarkan prinsip pendidikan dan didaktik untuk dijadikan program pengajaran pada tingkat persekolahan.
      Menurut S. Nasution, IPS sebagai pelajaran yang merupakan fusi atau paduan sejumlah mata pelajaran sosial. Dinyatakan bahwa IPS merupakan bagian kurikulum sekolah yang berhubungan dengan peran manusia dalam masyarakat yang terdiri atas berbagai subjek Sejarah, Ekonomi, Geografi, Sosiologi, Antropologi dan Psikologi Sosial.
     Tujuannya adalah studi sosial untuk sekolahsekolah di Indonesia yang bertujuan untuk melaksanakan tujuan pendidikan nasional. Yaitu suatu usaha untuk membimbing para warga menjadi warga negara yang berpribadi berdasarkan akan ketuhanan, kesadaran bermasyarakan dan mampu membudayakan alam sekitarnya.


2. Perbedaan dan Persamaan

Adapun persamaan antara keduanya adalah :
a. Kedua-duanya merupakan bahan studi untuk kepentingan program pendidikan / pengajaran
b. Keduanya bukan disiplin ilmu yang berdiri sendiri
c. Keduanya mempunyai materi ang terdiri dari kenyataan sosial dan masalah sosial
Adapun perbedaan antara keduanya adalah :
a. ISD diberikan di perguruan tinggi, sedangkan IPS diberikan disekolah dasar dan lanjutan
b. ISD merupakan satu mata kuliah tunggal, sedangkan IPS merupakan kelompok dari sejumlah mata pelajaran (untuk sekolah lanjutan)
c.. ISD diarahkan kepada pembentukan sikan dan kepribadian seseorang, sedangkan IPS diarahkan kepada pembentukan pengetahuan dan keterampilan intelektual


3. Hakekat dan Fungsi ISD dalam Perguruan Tinggi

    Tujuan Intruksional Khusus :
    1. Mahasiswa dapat menjelaskan tujuan pendidikan umum di perguruan tinggi
    2. Mahasiswa dapat menjelaskan 3 kemampuan yang diharapkan dihasilkan dari lulusan perguruan tinggi
    3. Mahasiswa dapat menjelaskan latar belakang diberikannya ISD
    4. Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian ISD
    5. Mahasiswa dapat menyebutkan tujuan ISD
    6. Mahasiswa dapat menyebutkan 3 kelompok ilmu pengetahuan
    7. Mahasiswa dapat menjelaskan pengertian masalah sosial
    8. Mahasiswa dapat memberikan contoh masalah