DEFINISI GAME
Dalam kamus bahasa
Indonesia “Game”diartikan sebagai permainan. Permainan merupakan bagian dari
bermain dan bermain juga bagian dari permainan keduanya saling berhubungan.
Permainan adalah kegiatan yang kompleks yang didalamnya terdapat peraturan,
play dan budaya. Sebuah permainan adalah sebuah sistem dimana pemain terlibat
dalam konflik buatan, disini pemain berinteraksi dengan sistem dan konflik
dalam permainan merupakan rekayasa atau buatan, dalam permainan terdapat
peraturan yang bertujuan untuk membatasi perilaku pemain dan menentukan
permainan. Game bertujuan untuk menghibur, biasanya game banyak disukai oleh
anak – anak hingga orang dewasa. Games sebenarnya penting untuk perkembangan
otak, untuk meningkatkan konsentrasi dan melatih untuk memecahkan masalah
dengan tepat dan cepat karena dalam game terdapat berbagai konflik atau masalah
yang menuntut kita untuk menyelesaikannya dengan cepat dan tepat. Tetapi game
juga bisa merugikan karena apabila kita sudah kecanduan game kita akan lupa
waktu dan akan mengganggu kegiatan atau aktifitas yang sedang kita lakukan.
Game berasal dari kata
bahasa inggris yang berarti dasar permainan. Permainan dalam hal ini merujuk
pada pengertian kelincahan intelektual( Intellectual Playability Game) yang
juga bisa diartikan sebagai arena keputusan dan aksi pemainnya. Dalam game, ada
target-target yang ingin dicapai pemainnya.
SEJARAH GAME
Lalu
dari segi perkembangan game tersebut, dapat dilihat dari
perkembangan-perkembangan game dan sejarah dari game tersebut.
Video
game berawal dari pengembangan tabung sinar katoda yang terdapat dalam sistem
peluru pertahanan pada akhir Perang Dunia II. Program-program ini kemudian
diadaptasi ke dalam bentuk permainan sederhana.
Pada
1947 Thomas Toliver Goldsmith Jr dan Estle Ray Mann menciptakan permainan simulator
rudal Cathode Ray Tube Device Amusement. Permainan ini terinspirasi dari kecanggihan
radar Perang Dunia II. Inilah game elektronik pertama yang tercatat dalam
sejarah.Meski memiliki unsur permainan, game ini tak popular. Penggunaannya
terbatas untuk kepentingan simulasi latihan militer. Tampilannya juga masih
sederhana; belum berwarna dan hanya mengeluarkan suara “tat-tit-tut”. Baru
pada 1970-an game elektronik bias dinikmati di rumah-rumah. Ralph Baer, seorang
Jerman berdarah Yahudi, mendesain video game rumahan pertama dengan prototipe
bernama Brown Box. Baer menjual idenya ke perusahaan Magnafox. Prototipe Baer
kemudian dirilis ke pasar dengan nama Magnafox Odyssey. Produk ini berisi 16
game built-in yang dapat diganti-ganti dengan menggunakan
sebuah switch. Ralph Baer kemudian tercatat sebagai “bapak game
dunia”.Popularitas video game kian menanjak ketika pengusaha Nolan Bushnell
mendesain mesin game koin (arcade) pertama di dunia bernamacomputer space –di
Indonesia popular dengan sebutan Ding-Dong. Bushnell kemudian membuat game
simulasi ping-pong yang diberi nama Pong. Game ini laku keras di pasaran.
Hampir setiap keluarga di Amerika bermimpi bias membeli game ini. Di berbagai
taman hiburan dan kafe, Pong bahkan harus dibongkar setiap 24 jam sekali untuk
mengeluarkan koin yang berjejalan. “Selama puluhan tahun, orang Amerika
lebih banyak menghabiskan uangnya untuk sistem home video game dan
di tempat-tempat permainan Ding-Dong daripada untuk menonton film atau musik
–jumlah totalnya mencapai lebih dari sebelas milyar dolar,” tulis Roger Fidler
dalam Mediamorfosis
Belum
puas dengan Pong, Bushnell meluncurkan Atari 2600, video game pertama yang
berbasis konsol, lalu Atari 7800 yang disebut-sebut sebagai pelopor penggunaan joystick.
Tapi
semua kejayaan itu tak bertahan lama. Pasar jemu. Angka penjualan merosot.
Sebagian perusahaan video game Amerika beralih ke bisnis komputer lain atau
bangkrut. Sebagian besar kaum eksekutif dan analis industri melihat hal ini
sebagai pertanda bahwa video game hanyalah sebuah keisengan.Pada saat itulah
muncul pendatang baru dari Jepang, Nintendo, yang menggebrak pasar video game
dunia dengan merilis Famicom. Konsol ini menampilkan gambar dan animasi
resolusi tinggi untuk kali pertama. Setelah mendapat sambutan hangat di Jepang,
Famicom melakukan ekspansi pasar ke Amerika. “Pada 1989, Nintendo
mengendalikan 80 persen pasar video game Amerika. Bahkan pada 1990-an, satu
dari setiap lima rumah tangga di Amerika memiliki perangkat permainan
Nintendo,” tulis Fidler.Pada tahun-tahun berikutnya, Nintendo berhasil
menikmati posisi istimewa di pasar video game. Pesaing-pesaingnya tak mampu
membendungnya. Sega sempat member perlawanan sengit melalui Sonic The Hedhog.
Sayang, perusahaan ini lebih sering kalah cepat dalam pengembangan game
ketimbang Nintendo. Penantang serius Nintendo muncul pada 1994. Sony,
perusahaan elektronik terkemuka, merilis Sony Playstation (PSX), konsol
berbasis CD. PSX terjual hingga ratusan juta unit. Sony bahkan kian merajalela
melalui PlayStation 2, yang sudah berbasis DVD. Nintendo, Sega, dan Microsoft,
yang mengeluarkan produk tergres mereka, belum mampu mengalahkannya.Tapi perang
belum berakhir. November 2005 Microsoft datang dengan Xbox 360, konsol generasi
terkini yang memanfaatkan media HD-DVD. Dengan segudang fitur istimewa, Xbox
360 menarik banyak penggemar game. Tak mau kalah, Nintendo meluncurkan
terobosannya, Nintendo Wii. Dengan inovasi pada stik kontrol mereka yang “motion
sensitive”, Nintendo kembali mengambil-alih pasar video game. Sony,
sekalipun mengeluarkan Playstation 3, sudah terlambat.
Tinggallah
kini persaingan antara Microsoft dan Nintendo. Tapi pesaing-pesaing baru akan
bermunculan. Salah satunya Apple, sebuah perusahaan notebook terkemuka yang
sukses dengan iPhone dan iPod. Ada rumor mereka berencana terjun ke industry
konsol video game. Pihak Nintendo sudah mewaspadai Apple sebagai musuh masa
depan mereka.
HAL-HAL YANG DIBUTUHKAN DALAM MEMBUAT GAME
1.
Menentukan
Spesifikasi Game
Misalnya
dengan menentukan game yang akan dibuat 2D atau 3D lalu, berapa rentan usia
yang di targetkan dalam game yang akan dibuat. Lalu tentukan juga berdasarkan
settinganya, bagaimana strategi yang digunakan.
2.
Menentukan Alur Game
Dalam
pembuatan game diperlukan penentuan jalan cerita dari game yang akan dibuat,
contohnya dengan seperti penentuan di berbagai level (pasti di setiap level
terdapat jalan cerita yang ketika levelnya semakin tinggi maka tingkat
kesulitanya pun semakin tinggi pula). Lain halnya ketika membuat game yang
berbasis animasi/film-film (seperti Harry Potter, Spiderman, Cinderella, dll).
Hal-hal yang harus diketahui jika memilih game yang berbasis animasi/film-film
adalah dimana tempatnya, bagaimana cara mengalahkannya, berapa musuhnya, dll.
3.
Mencari bahan-bahan
yang dibutuhkan
Bahan-bahan
yang digunakan yaitu gambar-gambar, efek-efek, dan juga musik atau backsound.
4.
Implementasi Program
Disini
lah inti dari pembuatan game, yaitu pengkodingan atau mengimplementasi ke dalam
program. Pada tahap ini di butuhkan pemahaman tentang pemograman yang
berorientasi objek, grafika komputer dan juga pengetahuan tentang bahasa
pemograman tersebut.
5.
Mencoba dan
Perbaikan program
Ini
adalah tahap akhir dari semua perjalanan pembuatan game yaitu pengecekan
program aplikasi game yang DIbuat. Dalam tahap ini pengecekan yang dilakukan
sebaiknya dilakukan oleh orang lain, agar dapat mengetahui pendapat tentang
game yang telah dibuat terhadap orang lain.
JENIS-JENIS GAME
Jenis
game mungkin sangat banyak dan bervariasi, dari media untuk memainkannya yang
berbeda, cara bermain, jumlah pemain, tapi disini yang akan dijelaskan adalah
jenis game berdasarkan tipe game yang biasanya dimainkan di handphone dan komputer
.
1.
Action games, biasanya meliputi tantangan fisik, teka-teki (puzzle),
balapan, dan beberapa konflik lainnya. Dapat juga meliputi masalah
ekonomi sederhana, seperti mengumpulkan benda-benda.
2.
Real Time Strategy (RTS) adalah game yang melibatkan masalah strategi, taktik,
dan logika. Contoh game jenis ini adalah Age of Empire, War Craft,
dan sebagainya.
3.
Role Playing Games (RPG), kebanyakan game jenis ini melibatkan masalah
taktik, logika, dan eksplorasi atau penjelajahan. Dan juga kadang meliputi
teka-teki dan masalah ekonomi karena pada game ini biasanya
melibatkan pengumpulan barang-barang rampasan dan menjualnya untuk mendapatkan
senjata yang lebih baik. Contoh dari game ini adalah Final Fantasy, Ragnarok,
Lord of The Rings, dan sebagainya.
4.
Real World Simulation, meliputi permainan olahraga dan simulasi masalah
kendaraan termasuk kendaraan militer. Games ini kebanyakan melibatkan masalah
fisik dan taktik, tetapi tidak masalah eksplorasi, ekonomi dan konseptual.
Contohnya seperti adalah game Championship Manager.
5.
Construction and Management, seperti game Roller Coster Tycoon dan
The Sims. Pada dasarnya adalah masalah ekonomi dan konseptual. Game ini jarang
yang melibatkan konflik dan eksplorasi, dan hampir tidak pernah meliputi
tantangan fisik.
6.
Adventure games, mengutamakan masalah eksplorasi dan pemecahan teka-teki. Namun
terkadang meliputi masalah konseptual, dan tantangan fisik namun sangat jarang.
7.
Puzzle games, ditujukan untuk memecahkan suatu masalah tertentu. Hampir
semua semua tantangan disini menyangkut masalah logika yang biasanya
dibatasi oleh waktu.
8.
Slide scrolling games, pada jenis game ini karakter dapat bergerak
ke samping diikuti dengan gerakan background. Contoh game tipe seperti ini
adalah Super Mario, Metal Slug, dan sebagainya.
SOFTWARE
PEMBUAT GAME
Banyak aplikasi untuk mebuat game yang bisa di gunakan
siapapun bukan hanya untuk yang ahli programing game tapi untuk pemula yang
ingin membuat game sendiri. Berikut adalah beberapa aplikasi yang biasa
digunakan untuk membuat game, game yang berbasis Flash yakni:
1.
AlbinoBlackSheep
2.
FlashKit
3.
Kirupa
4.
Lassie
Adventure Studio
5.
Sploder
6.
Anim8or
7.
Byond
8.
Game
Discovery
9.
Martin
Piecky’s Website
10. VGMusic
11. Visionaire2d
12. YoYoGames
13. Charas-Project
14. CrankEye
15. DualSolace
16. FreeMMORPGMaker
17. PhanxGames
18. PlayerWorlds
19. RPG maker
20. RPGCrisis
21. RPG Revolution
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar