Pada era sekarang internet merupakan fasilitas yang harus
ada disetiap gadget seseorang untuk terkoneksi dengan dunia luar. Karena seseorang
yang ingin selalu up-to-date dalam hubungan sosial, informasi, fashion dan
lain-lain membuat internet sangat dibutuhkan disetiap harinya. Untuk mendapatkan
internet pastinya butuh penyedia layanan internet yang cepat, murah, aman dan stabil.
Apalagi jika penyedia layanan internet tersebut sudah memiliki cakupan yang
lebih luas yaitu dengan tv cable, yang memungkinkan rumah-rumah untuk memasang
tv cable dan wifi untuk menyediakan internet mereka yang tidak terbatas. Bisnis
tersebut sangat menggiurkan bagi para perusahaan yang ingin meraup untung besar
dengan menyediakan layanan tersebut.
Salah satu perusahaan
yang bergerak dalam bidang penyedia layanan internet dan tv cable adalah PT.
First Media Tbk. Perusahaan ini telah diikat oleh layanan ketetapan yang
terdahulu melalui sebuah jaringan komunikasi broadband, dan distribusi
bermacam-macam signal elektronik melalui pendapatan yang sekarang ini diperoleh
dari distribusi program televisi di Jakarta, Bogor, Bekasi, Surabaya, dan Bali.
Perusahaan bekerja sama dengan PT Link Net, cabangnya menyediakan layanan
internet broadband kecepatan tinggi melalui jaringan perusahaan, dimana
sekarang ini menghasilkan pendapatan dari koneksi internet broadband di
Jakarta, Tangerang, Bekasi, dan wilayah Surabaya. Perusahaan berdomisili di
Gedung Citra Graha lantai 4, Jln. Gatot Subroto Kav 35-36 Jakarta. Perusahaan
memulai operasinya pada 1 Maret 1999.
Saat ini First Media memiliki dan mengoperasikan teknologi jaringan kabel
Hybrid Fiber-Coaxial (‘HFC’) dua arah pada frekuensi 870 Mhz yang memiliki
ujung terminal di Jakarta (Citra Graha), Bandung (Binong), dan Surabaya
(Gubeng). Digitalisasi memungkinkan kompresi data yang lebih besar untuk
ditransmisikan melalui kabel, dengan demikian meningkatkan kapasitas kabel
untuk melakukan transmisi internet berkecepatan tinggi, hingga mampu
mentransmisi 100 saluran TV secara serempak, serta volume data yang sangat
besar yang diperlukan demi kelancaran aplikasi beberapa industri.
Pada tahun 2006, First Media secara
bertahap mulai mengalihkan jaringan kabelnya menjadi digital, dan pada akhir
2007 telah dilaksanakan hingga 70% dari keseluruhan jaringan, dan diperkirakan
akan selesai pada tahun 2008. Pada akhir tahun 2007, jaringan kabel First Media
menjangkau 3.700 kilometer, dengan kabel ke rumah sejumlah 400.000 dan
penetrasi lebih dari 35% dan terus bertambah.
Produk First Media disebut Triple
Play, yang merupakan layanan berbasiskan teknologi pita lebar digital mencakup
jasa akses internet berkecepatan tinggi tanpa batasan yang selalu menyala
(FastNet), TV kabel digital (HomeCable), dan komunikasi data berkecepatan
tinggi dan berkapasitas besar untuk aplikasi bisnis dan komersial (DataComm).
1. FastNet
FastNet (sebelumnya bernama MyNet) adalah
penyelenggara jasa internet melalui jaringan kabel pita lebar. FastNet memiliki
keunggulan dalam harganya yang lebih murah dibanding dengan penyelenggara jasa
internet lain di paket kecepatan serupa. FastNet tidak menggunakan saluran
telepon dalam menyediakan akses internet, tetapi menggunakan jaringan pita
lebar tersendiri bertipe Hybrid Fiber-Coaxial (‘HFC’). Hal ini menyebabkan
jangkauan areanya tidak seluas ADSL yang menggunakan saluran telepon, karena
kabel pita lebar harus ditunjang dengan penggunaan fiber optik yang masih
jarang digunakan di Indonesia. Area yang sudah terjangkau sampai saat ini
adalah wilayah Jabotabek, Surabaya, dan Bandung. FastNet menggunakan standar
teknologi DOCSIS (Data Over Cable Service Interface Specification) untuk
menyalurkan layanan internet ke pelanggan. Di sisi pelanggan dibutuhkan Cable
Modem DOCSIS agar dapat memakai layanan internet FastNet.
2.
HomeCable dan HomeCable HD
HomeCable adalah merek dagang stasiun
televisi kabel berlangganan dari First Media. HomeCable merupakan merek dagang
baru dari 2 produk First Media sebelumnya, Kabelvision dan Digital1. HomeCable
menggunakan teknologi digital dalam menyiarkan salurannya. Teknologi ini
merupakan teknologi yang sebelumnya dipergunakan oleh Digital1. Sinyal digital
yang digunakan memakai standar Digital Video Broadcasting (DVB). Sebelumnya,
Kabelvision (pendahulu HomeCable) menggunakan sistem analog, kabel langsung
disambung ke kabel antena di rumah dan semua televisi yang tersambung dapat
langsung menikmati layanan TV berlangganan. Sejak 2006, Kabelvision tidak lagi
mengembangkan sistem analog, dan secara bertahap mengganti jaringan analog yang
sudah ada menjadi digital. Setiap televisi harus mempunyai masing-masing satu
dekoder yang berfungsi menerima sinyal dari pusat untuk mengirimkannya kepada
televisi yang digunakan untuk layanan HomeCable. HomeCable HD merupakan brand
untuk format tayangan High Definition (HD) di HomeCable. HomeCable HD
(sebelumnya disebut First HD) diluncurkan pada 1 September 2010 dan menjadi
layanan televisi kabel pertama di Indonesia yang menggunakan format High
Definition (HD). HomeCable HD menggunakan format gambar HD 1080i dengan aspect
ratio 16:9 dan format suara Dolby Digital Plus. Untuk dapat menerima tayangan
HD, pelanggan membutuhkan decoder HD dan TV (HDTV) yang mendukung input HDMI.
Sampai saat ini terdapat 54 channel HD + 1 channel HD 3D.
3.
DataComm
DataComm menyediakan layanan data komunikasi
untuk korporasi atau bisnis. Layanan ini didukung oleh salah satu jaringan
backbone digital serat optik yang paling luas di kawasan Metropolitan Jakarta.
Layanan ini kini mendukung 303 sambungan jaringan yang disewakan kepada hampir
200 pelanggan di sektor perbankan dan jasa keuangan, berbagai korporasi maupun
lembaga pemerintahan. First Media juga merupakan penyedia tunggal layanan data
komunikasi bagi sistem JATS Remote Trading Bursa Efek Jakarta (kini Bursa Efek
Indonesia) yang memungkinkan para pialang saham untuk melakukan perdagangan
efek secara remote dari kantor mereka masing-masing lewat jaringan serat optik.
DataComm mempunyai 2 jenis layanan, yaitu First Metro dan FastNet Corporate.
Visi dan Misi First
Media antara lain :
Adapun sumber daya
manusia First Media pada akhir tahun 2013 mempekerjakan 1333 karyawan,
mengalami peningkatan 251 orang dibandingkan dengan tahun sebelumnya yakni 1082
karyawan. Peningkatan in terjadi sejalan dengan peningkatan kebutuhan First
Media yang berkaitan dengan pengembangan usaha. Dari sejumlah 1333 karyawan
tersebut, terdapat 908 orang tenaga kerja permanen dan 430 orang tenaga kerja
kontrak.
First Media membukukan
pendapatan sebesar Rp 833 miliar ditahun 2010 atau naik 15,2% dari hasil 2009.
Kemudian perseroan juga mencatatkan kenaikan laba bersih cukup signifikan
sebesar 27,9% dari Rp 33 miliar menjadi Rp 42 miliar ditahun 2010. Selain kinerja keuagan yang positif, perseroan juga melaporkan kesuksesan dari
bisnis internet broadband dan pertumbuhan sektor tv kabel. Dimana pendapatan
service internet broadband meningkat secara signifikan dari Rp 332 miliar
menjadi Rp 409 miliar pada tahun 2010. Kemudian, untuk basis pelanggan First Media bertambah sebanyak lebih dari 58
ribu pelanggan baru. Keberhasilan menunjukkan pertumbuhan sebesar 20% dengan
total pelanggan mencapai 334 ribu pelanggan dibandingkan dengan hasil tahun
lalu. Peningkatan ini terdiri dari pertumbuhan pelanggan TV kabel yang
signifikan dari 132 ribu menjadi 172 ribu, sementara pelanggan internet
broadband melonjak naik dari 154 ribu menjadi 172 ribu. First Media, lanjutnya, tengah berada dalam posisi strategis untuk memperbesar
nilai perusahaan dengan cara meningkatkan dan memfokuskan pada layanan bisnis
internet boradband di tahun 2011. Kinerja perseroan yang baik dihasilkan dari
strategi efisiensi pembiayaan melalui sebuah pemilihan kerjasama dengan stasiun
televisi penyedia siaran yang cermat dan strategi menambah bandwidth yang
efektif memberikan dampak pada efisiensi biaya serta naiknya mutu layanan.
Sumber :
Sumber :
www.firstmedia.com
https://id.wikipedia.org/wiki/First_Media
http://livemakefun.blogspot.co.id/2013/10/profil-pt-first-media-tbk.html


Tidak ada komentar:
Posting Komentar