Pengertian Anggaran
Biaya atau Anggaran merupakan rencana yang
meliputi sumber dana,pengalokasian dana,serta aktiitas dalam suatu proyek
berserta waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan aktivitas secara
keseluruhan. Dengan kata lain semua pembiayaan yang akan dikeluarkan dapat
menunjang kegiatan atau aktivitas tersebut dalam satu periode tertentu.
Terdapat beberapa konsep anggaran antara
lain :
· Anggaran Produksi
Anggaran
produksi menurut Halim dan Supomo (1990:153) memuat tentang rencana unit yang
diproduksi selama periode anggaran. Taksiran produksi ditentukan berdasarkan
rencana penjualan dan persediaan yang diharapkan. Biaya produksi adalah sejumlah pengorbanan
ekonomis yang harus dikorbankan untuk memproduksi suatu barang. Menetapkan
biaya produksi berdasarkan pengertian tersebut memerlukan kecermatan karena ada
yang mudah diidentifikasikan, tetapi ada juga yang sulit diidentifikasikan dan
hitungannya. Biaya produksi dapat meliputi unsur-unsur komponen sebagai
berikut:
1. Bahan baku atau bahan
dasar termasuk bahan setengah jadi
2. Bahan-bahan pembantu
atau penolong
3. Upah tenaga kerja dari tenaga kerja kuli hingga
direktur.
4. Penyusutan peralatan produksi
5. Uang modal, sewa
6. Biaya penunjang seperti biaya angkut, biaya
administrasi, pemeliharaan, biaya listrik, biaya keamanan dan asuransi
7. Biaya pemasaran seperti biaya iklan
8. Pajak
·
Anggaran Biaya Bahan Baku
Anggaran biaya bahan
baku menurut Munandar (2000:134) merupakan anggaran yang merencanakan secara
lebih terperinci tentang biaya bahan baku untuk produksi selama periode yang
akan datang, yang di dalamnya meliputi rencana tentang jenis (kualitas) bahan baku
yang diolah, jumlah (kuantitas) bahan baku yang diolah, dan waktu (kapan) bahn
baku tersebut diolah dalam proses produksi.
·
Anggaran Biaya Tenaga Kerja Langsung
Anggaran biaya tenaga
kerja langsung merupakan anggaran yang merencanakan secara lebih terperinci
tentang upah yang akan dibayarkan kepada para tenaga kerja langsung selama
periode yang akan datang, yang di dalamnya meliputi rencana tentang jumlah
waktu yang diperlukan oleh para tenaga kerja langsung untuk menyelesaikan unit
yang akan diproduksi, tarif upah yang akan dibayarkan kepada para tenaga kerja
langsung dan waktu (kapan) para tenaga kerja langsung tersebut menjalankan
kegiatan proses produksi, yang masing-masing dikaitkan dengan jenis barang jadi
(produk) yang akan dihasilkan, serta tempat (departemen) di mana para tenaga
kerja langsung tersebut akan bekerja.
·
Anggaran Biaya Overhead Pabrik
Anggaran biaya overhead
pabrik merupakan anggaran yang merencanakan secara lebih terperinci tentang
beban biaya pabrik tidak langsung selama periode yang akan datang, yang di
dalamnya meliputi rencana jenis biaya pabrik tidak langsung, jumlah biaya
pabrik tidak langsung dan waktu (kapan) biaya pabrik tidak langsung tersebut
dibebankan, yang masing-masing dikaiykan dengan tempat (departemen) dimana
biaya pabrik tidak langsung tersebut terjadi.
Kegunaan Anggaran
1. Sebagai Pedoman Kerja
Anggaran berfungsi
sebagai pedoman kerja dan memberikan arah sekaligus harus memberikan
target-target yang harus dicapai oleh kegiatan-kegiatan perusahaan di waktu
yang akan datang.
2.
Sebagai Alat Pengkoordinasi
Kerja
Anggaran berfungsi
sebagai alat pengkoordinasi kerja agar semua bagian-bagian yang terdapat di
dalam perusahaan harus dapat saling menunjang saling bekerja sama dengan
manajemen untuk menuju sasaran yang telah ditetapkan, dengan demikian
kelancaran jalannya perusahaan akan lebih terjamin.
3.
Sebagai Alat Pengawasan Kerja
Anggaran berfungsi pula
sebagai tolak ukur sebagai alat pembanding untuk menilai (evaluasi) realisasi
kegiatan perusahaan nanti dengan membandingkan antara apa yang tertuang dalam
anggaran dengan apa yang dicapai untuk realisasi kerja perusahaan, dapat
dilihat apakah kerap sukses bekerja dan perbandingan tersebut dapat pula
diketahui sebab-sebab penyimpangan antara anggaran dan realisasinya sehingga
dapat diketahui kelemahan dan kekuatan yang dimiliki perusahaan. Hal ini berguna
untuk menyusun rencana (budget) selanjutnya secara lebih matang dan lebih
akurat.
Manfaat Anggaran
a. Dapat digunakan
sebagai alat menilai kelebihan dan kekurangan pegawai.
b. Dapat memotivasi
pegawai.
c. Menimbulkan tanggung
jawab tertentu pada karyawan.
d. Menghindari
pemborosan dan pembayaran yang kurang perlu.
e. Sumber daya (seperti
tenaga kerja, peralatan dan dana) dapat dimanfaatkan seefisien mungkin.
f. Alat pendidikan bagi
para manajer.
Tujuan Anggaran
a. Digunakan sebagai
landasan yuridis formal dalam memilih sumber dan investasi dana.
b. Mengadakan pembatasan
jumlah dana yang dicari dan digunakan.
c. Merinci jenis sumber
dana yang dicari maupun jenis investasi dana, sehingga dapat mempermudah
pengawasan.
d. Merasionalkan sumber
dan investasi dana agar dapat mencapai hasil yang maksimal.
e. Menyempurnakan
rencana yang telah disusun kerena dengan anggaran menjadi lebih jelas dan nyata
terlihat.
f. Menampung dan
menganalisis serta memutuskan setiap usulan yang berkaitan dengan keuangan.
Keunggulan dan Kelemahan Anggaran
Menurut Tendi Haruman & Sri Rahayu
(2007:8) keunggulan yang dapat diperoleh bila perusahaan menerapkan penyusunan
anggaran yang baik, antara lain :
a.Hasil yang diharapkan
dari suatu rencana tertentu diproyeksikan sebelum rencana tersebut
dilaksanakan. Bagi manajemen, hasil proyeksi ini menciptakan peluang untuk
memilih rencana yang paling menguntungkan untuk dilaksanakan.
b.Dalam menyusun
anggaran, diperlukan anlisis yang sangat teliti terhadap setiap tindakan yang
akan dilakukan. Analisis ini sangat bermanfaat bagi manajemen sekalipun ada
pilihan untuk tidak melanjutkan keputusan tersebut.
c.Anggaran merupakan
penelitian untuk kerja sehingga dapat dijadikan patokan untuk menilai baik
buruknya suatu hasil yang diperoleh.
d. Anggaran memerlukan
adanya dukungan organisasi yang baik sehingga setiap manajer mengetahui
kekuasaan, kewenangan dan kewajibannya. Anggaran sekaligus berfungsi sebagai
alat pengendalian pola kerja karyawan dalam melakukan suatu kegiatan.
e.Mengingat setiap
manajer dan atau penyelia dilibatkan dalam penyusunan anggaran, maka
memungkinkan terciptanya perasaan ikut berperan serta (sense of participation).
Di samping beberapa keunggulan tersebut di
atas, terdapat pula beberapa kelamahan antara lain :
a.Karena anggaran
disusun berdasarkan estimasi (permintaan efektif, kapasitas produksi dan
lain-lain) maka terlaksananya dengan baik kegiatan-kegiatan tergantung pada
ketepatan estimasi tersebut.
b. Anggaran hanya
merupakan rencana dan rencana tersebut baru berhasil apabila dilaksanakan
secara sungguh-sungguh.
c.Anggaran hanya
merupakan suatu alat yang dipergunakan untuk membantu manajer dalam
melaksanakan tugas-tugasnya, bukan menggantikannya.
d. Kondisi yang terjadi
tidak selalu seratus persen sama dengan yang diramalkan sebelumnya, sebab itu
anggaran perlu memiliki sifat yang luwes.
Pengertian Rencana Anggaran Biaya
Rencana
Anggaran Biaya (RAB) adalah salah satu proses dasar untuk membuat penawaran
sistem pembiayaan dan kerangka buget yang digunakan. Rencana Anggaran Biaya
diperlukan untuk memperhitungkan suatu bangunan atau proyek dengan banyaknya
biaya yang diperlukan untuk bahan dan upah, serta biaya- biaya lain yang
berhubungan dengan pelaksanaan bangunan atau proyek. Adapun dua kategori RAB,
yaitu estimasi biaya kasar yang berarti penaksiran biaya secara global dan
menyeluruh yang dilakukan sebelum rancangan bangunan dibuat, serta perhitungan
anggaran biaya atau penghitungan biaya secara detail dan terinci disesuaikan
dengan perencanaan yang ada. Adapun
dua kategori RAB, yaitu estimasi biaya kasar yang berarti penaksiran biaya
secara global dan menyeluruh yang dilakukan sebelaum rancangan bangunan dibuat,
serta perhitungan anggaran biaya atau penghitungan biaya secara detail dan
terinci disesuaikan dengan perencanaan yang ada.
Komponen Penyusun RAB
Jika merujuk pada sebuah item pekerjaan, maka pada
dasarnya untuk melaksanakan sebuah item pekerjaan membutuhkan upah, material,
peralatan yang digunakan (sebagai biaya langsung) dan overhead, profit dan tax
(sebagai biaya tidak langsung). Adapun penjelasan secara rinci mengenai
komponen-komponen penyusun dariRencana Anggaran Biaya (RAB) Proyek adalah
sebagai berikut :
1.Komponen biaya langsung (Direct Cost)
Biaya langsung atau direct cost merupakan seluruh biaya permanen yang
melekat pada hasil akhir konstruksi sebuah proyek. Biaya langsung terdiri dari
:
a)Biaya bahan/material
Merupakan harga bahan atau material yang digunakan
untuk proses pelaksanaan konstruksi, yang sudah memasukan biaya angkutan, biaya
loading dan unloading, biaya pengepakkan, penyimpanan sementara di gudang,
pemeriksaan kualitas dan asuransi
b)Upah Tenaga Kerja
Biaya yang dibayarkan kepada pekerja/buruh dalam
menyelesaikan suatu jenis pekerjaan sesuai dengan keterampilan dan keahliannya.
c)Biaya Peralatan
Biaya yang diperlukan untuk kegiatan sewa,
pengangkutan, pemasangan alat, memindahkan, membongkar dan biaya operasi, juga
dapat dimasukkan upah dari operator mesin dan pembantunya.
2. Komponen biaya tidak langsung (Indirect Cost)
Biaya tidak langsung atau indirect cost adalah biaya yang tidak melekat
pada hasil akhir konstruksi sebuah proyek tapi merupakan nilai yang dipungut
karena proses pelaksanaan konstruksi proyek. Biaya tidak langsung terdiri dari
:
a)Overhead umum
Overhead umum biasanya tidak dapat segera dimasukkan
ke suatu jenis pekerjaan dalam proyek itu, misalnya sewa kantor, peralatan
kantor dan alat tulis menulis, air, listrik, telepon, asuransi, pajak, bunga
uang, biaya-biaya notaris, biaya perjalanan dan pembelian berbagai macam
barang-barang kecil.
b)Overhead proyek
Overhead proyek ialah biaya yang dapat dibebankan
kepada proyek tetapi tidak dapat dibebankan kepada biaya bahan-bahan, upah
tenaga kerja atau biaya alat-alat seperti misalnya; asuransi, telepon yang
dipasang di proyek, pembelian tambahan dokumen kontrak pekerjaan, pengukuran
(survey), surat-surat ijin dan lain sebagainya. Jumlah overhead dapat berkisar
antara 12 sampai 30 %.
c)Profit
Merupakan keuntungan yang didapat oleh pelaksana
kegiatan proyek (kontraktor) sebagai nilai imbal jasa dalam proses pengadaan
proyek yang sudah dikerjakan. Secara umum keuntungan yang yang diset oleh
kontraktor dalam penawarannya berkisar antara 10 % sampai 12 % atau bahkan
lebih, tergantung dari keinginan kontrakor.
d)Pajak
Berbagai macam pajak seperti PPN, PPh dan lainnya atas
hasil operasi perusahaan.
Pengertian Estimasi Biaya
Estimasi biaya memegang peranan penting
dalam penyelenggaraan proyek konstruksi. Kegiatan estimasi adalah salah satu
proses utama dalam proyek konstruksi untuk mengetahui besarnya dana yang harus
disediakan untuk sebuah bangunan. Pada umumnya, sebuah proyek konstruksi
membutuhkan biaya yang cukup besar. Ketidaktepatan yang terjadi dalam
penyediaannya akan berakibat kurang baik pada pihak-pihak yang terlibat di
dalamnya. Bagi pemilik proyek (owner), estimasi biaya diperlukan sebagai
pegangan dalam menentukan kebijakan yang dipakai untuk menentukan besarnya
investasi yang harus dilaksanakan.
Menurut Iman Soeharto (1997), estimasi
biaya proyek memegang peranan penting dalam penyelenggaraan proyek. Pada tahap
awal dipergunakan untuk mengetahui berapa besar biaya yang dibutuhkan untuk
membangun suatu proyek.
Beberapa metode estimasi biaya menurut Soeharto (1997) adalah sebagai
berikut :
1. Metode Parameter,
ialah metode yang mengaitkan biaya dengan karakteristik fisik tertentu dari
obyek, misalnya : luas, panjang, berat, volume dan sebagainya.
2. Memakai daftar indeks
harga dan informasi proyek terdahulu, yaitu dengan mencari angka perbandingan
antara harga pada suatu waktu (tahun tertentu) terhadap harga pada waktu
(tahun) yang digunakan sebagai dasar. Juga pemakaian data dari manual, hand
book, katalog, dan penerbitan berkala, amat membantu dalam memperkirakan biaya
proyek.
3. Metode menganalisis
unsur-unsurnya (Elemental Cost Analysis), yaitu dengan cara menguraikan lingkup
proyek menjadi unsur-unsur menurut fungsinya.
4. Metode faktor, yaitu
dengan memakai asumsi bahwa terdapat angka korelasi diantara harga peralatan
utama dengan komponen-komponen yang terkait.
5. Quantity take-off,
yaitu dengan membuat perkiraan biaya dengan mengukur kuantitas
komponen-komponen proyek dari gambar, spesifikasi, dan perencanaan.
6. Metode harga satuan,
yaitu dengan memperkirakan biaya berdasarkan harga satuan, dilakukan bilamana
angka yang menunjukkan volume total pekerjaan belum dapat ditentukan dengan
pasti, tetapi biaya per unitnya (per meter persegi, per meter kubik) telah
dapat dihitung.
7. Memakai data dan
informasi proyek yang bersangkutan, yaitu metode yang memakai masukan dari
proyek yang sedang ditangani, sehingga angka-angka yang diperoleh mencerminkan
keadaan yang sesungguhnya.
Sehingga biasanya suatu proyek dimulai dengan kebutuhan macam estimasi yang
kurang terperinci dan selanjutnya dapat dikelompokkan dalam urutannya, sebagai
berikut :
1. Estimasi pendahuluan,
dibuat pada tahap awal proyek dalam rangka upaya pendekatan kelayakan ekonomi
di samping tujuan pengendalian pembiayaan.
2. Estimasi terperinci,
dibuat dengan dasar hitungan volume pekerjaan, biaya, serta harga satuan
pekerjaan.
3. Estimasi definitif,
merupakan gambaran pembiayaan dan pertanggungjawaban rampung untuk suatu proyek
dengan hanya kemungkinan kecil terjadi kesalahan.
Hambatan-hambatan dalam Praktek Estimasi Biaya
Dengan pendeknya waktu yang dimiliki oleh
para quantity surveyor di dalam melaksanakan estimasi biaya, maka akan mungkin
muncul hambatan- hambatan di dalam estimasi tersebut. Victor G. Hajek (1994)
menyampaikan beberapa hambatan yang mungkin muncul dalam pelaksanaan estimasi,
yaitu :
1.Adanya hal-hal yang
terlewatkan. Apakah ada unsur biaya penting yang terlupakan, misalnya apakah
telah direncanakan adanya pemeriksaan dan apakah taksiran telah memperhitungkan
biaya perekayasaan, bahan, dan lain-lain bagi upaya demikian.
2.Rincian pekerjaan yang
tak memadai. Apakah struktur rincian pekerjaan yang sedang digunakan telah
memperhatikan secara cukup segenap sub sistem serta upaya yang diperlukan bagi
proyek tersebut.
3.Salah tafsir tentang
fungsi atau data proyek. Tepatkah penafsiran kerumitan disain tersebut, salah
tafsir akan mengakibatkan taksiran yang terlalu tinggi atau terlalu rendah.
4. Penggunaan teknik
penaksiran yang salah. Bagi disain yang dipermasalahkan harus diterapkan teknik
penaksiran yang benar, misalnya penggunaan statistik biaya yang diperoleh dari
jalan produksi suatu sub sistem yang serupa bagi suatu alat prototipe yang
memerlukan pekerjaan perekayasaan dan/atau pengembangan pasti akan menghasilkan
taksiran yang sangat terlampau rendah.
5. Kegagalan mengidentifikasi
dan berkonsentrasi pada unsur-unsur biaya utama. Telah ditetapkan secara
statistik bahwa setiap proyek, 20 persen dari sub sistem-subsistem akan
menyebabkan 80 persen biaya total. Dengan demikian para quantity surveyor
seyogyanya memusatkan waktu serta upayanya pada subsistem- subsistem serta
golongan-golongan upaya biaya tinggi guna meningkatkan peluang mereka
memperoleh taksiran biaya yang tepat.
Sumber :
Disusun oleh :
56413902 Pratomo Nugroho Aji
53413271 Farouq Muhammad Aqil
54413735 Junio Rohimton
54413735 Junio Rohimton
Tidak ada komentar:
Posting Komentar